Pribadi Sukses

Mei 21, 2008

Puasa Menuju Pribadi Sukses by : Ir. H. Ismail Yusanto, M.M.

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — pribadisukses @ 5:27 am
Tags: , ,

Puasa Menuju Pribadi Sukses
Penulis : Ir. H. Ismail Yusanto, M.M.

KotaSantri.com : Di kala bulan Ramadan, ada satu pertanyaan penting, apa yang sesungguhnya Anda dapatkan dari melakukan puasa sekian kali? Jawabnya tentu berpulang kepada bagaimana kita memaknai puasa Ramadhan itu sendiri. Bila puasa dimaknai sekadar tidak makan dan minum serta tidak melakukan hal yang membatalkan puasa, maka tentu hanya itu pula yang bakal didapat.

Bahwa puasa pada kenyataannya secara fiqih memang merupakan ibadah yang sepenuhnya fisikal, artinya dilakukan dalam bentuk tidak mengkonsumsi makanan dan minuman serta tidak melakukan hal yang membatalkan puasa di siang hari Ramadhan, itu benar.

Akan tetapi, Nabi Muhammad SAW sendiri bersabda, “Bukanlah puasa dari sekadar menahan makan dan minum, tapi puasa yang sesungguhnya adalah menahan dari laghwu dan rafats.” (HR. Ibn Khuzaimah).

Hadits tersebut menunjukkan ada makna yang lebih dalam dari sekadar menahan lapar dan dahaga. Puasa sesungguhnya melatih kita untuk menumbuhkan kemauan untuk berbuat yang terbaik.

Dalam konteks ini, berdasarkan pengamatan menunjukkan bahwa kemampuan dan kreativitas, serta karakter merupakan penyumbang unsur terbesar dalam sukses seseorang. Di antara karakter terpenting dari pribadi sukses itu adalah adanya kemauan keras untuk berbuat sesuatu.

Misalnya, Tirto Utomo, bos perusahaan minuman air mineral, berjuang tak kenal menyerah selama 5 tahun untuk mengenalkan produk air dalam kemasan. Ketika ia membuat produk itu, banyak pengusaha menertawakan, bagaimana mungkin jualan air bisa laku dan menjadi bisnis besar.

Akan tetapi, dengan kemauan yang kuat, terbukti setelah lima tahun angka penjualannya melesat dan sekarang tak seorang pun di negeri ini yang tak mengenalnya. Dan yang luar biasa, orang mau saja membeli air mineral meski harga seliternya lebih mahal dari bensin.

Begitu juga dengan Thomas Alpha Edison sang penemu lampu pijar. Andai ia tidak gigih untuk terus melakukan percobaan, mungkin dunia tidak akan seterang sekarang ini di malam hari. Setelah lebih dari 1000 macam bahan, akhirnya ia mendapatkan material yang cocok untuk lampu pijarnya.

Ini jelas, banyak sekali peristiwa besar dunia di sepanjang lintasan sejarah, dan itu hanya mungkin lahir dari kemauan yang besar. Bila Edison, Tirto Utomo, dan lain-lain dengan kemauan kuat yang didorong oleh semangat material saja bisa mencetak kemajuan dan sukses besar, apalagi seorang Muslim yang dorongannya bukan hanya bersifat material melainkan juga nonmaterial (ibadah dan rida Allah). Mestinya lebih besar lagi.

Fakta di masa lalu menunjukkan hal itu. Islam juga tidak akan pernah meraih kejayaan selama lebih dari 700 tahun yang oleh para sejarawan disebut sebagai the golden age bila Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat serta pejuang sesudahnya tidak memiliki tekad dan kemauan membaja untuk berjuang menyebarkan risalah Islam.

Bahkan banyak peristiwa besar memang terjadi dalam bulan Ramadhan. Perang Badar terjadi dalam bulan Ramadhan, penaklukan Mekah atau Fathu Makkah juga terjadi pada bulan Ramadhan. Dan yang sangat monumental, yaitu penaklukkan Andalusia juga terjadi di bulan Ramadhan. Sementara, Konstantinopel –ibukota Romawi Timur– akhirnya berhasil ditaklukkan pada tahun 1453, setelah upaya tak kenal lelah yang didorong oleh kemauan untuk menyebarkan risalah Islam ke seluruh penjuru dunia selama lebih dari 700 tahun.

Karenanya, jelas sekali bila dihayati dengan sungguh-sungguh, puasa Ramadhan semestinya akan memberikan efek luar biasa kepada seorang Muslim dan umat Islam secara keseluruhan, yaitu berupa kemauan untuk maju yang didorong oleh semangat material dan nonmaterial. Tapi bila tidak, ya memang cuma bersisa lapar dan dahaga saja.

Wallahu a’lam bish shawab.

sumber : http://www.kotasantri.com/bilik.php?aksi=Detail&sid=531

ENGKAU ADALAH PRIBADI BERUNTUNG by : Eko Jalu Santoso

Sahabatku, Kalau engkau bangun dan membuka matamu di pagi hari, Engkau mendapati tubuhmu terasa sehat dan segar, Engkau dapat menghirup segar dan cerahnya udara pagi hari yang indah, Maka bersyukurlah kepada Allah Tuhan Yang Memberimu Kehidupan, Karena Engkau termasuk pribadi yang beruntung, Masih ada jutaan orang yang tidak bisa bangun karena sakit, Ada jutaan orang yang tidak bisa bertahan hidup dalam hari ini.

Sahabatku, Ketika engkau tinggal di rumah yang baik, Engkau memiliki keluarga yang menyayangimu, Engkau memiliki makanan yang cukup sehat, Engkau dapat membaca buku dan belajar menuntut ilmu, Maka bersyUkurlah kepada Allah Tuhan Sang Maha Pemurah, Karena engkau termasuk orang yang terpilih, Ada ratusan juta orang yang tidak dapat tinggal dengan layak, Ada ratusan juta orang yang masih hidup dalam kelaparan, Ada ratusan juta orang yang tidak berkesempatan untuk belajar ilmu.

Sahabatku, Kalau engkau memiliki pekerjaan yang layak, Engkau memiliki uang yang ditabung di bank, Engkau dapat membeli kendaraan yang baik, baju dan makanan di restoran, Maka Bersyukurlah Kepada Allah Tuhan Yang Maha Pengasih, Karena engkau termasuk orang yang kaya di dunia, Masih ada ratusan juta orang yang menjadi pengangguran, Masih ada milyaran orang yang hidupnya serba kekurangan.

Sahabatku, Kalau engkau dapat hidup tenang di Negara yang damai, Engkau tidak merasakan penjara, penyiksaan dan kekejaman,

Engka dapat merasakan kebebasan berbicara dan kedamaian hidup, Engkau dapat melaksanakan ibadahmu dengan tenang dan nyaman, Maka bersyukurlah kepada Allah Tuhan Yang Maha Melindungi, Karena Engkau termasuk orang beruntung, Karena ada jutaan orang yang tidak dapat merasakan kebebasan hidup, Ada ratusan juta orang yang tidak dapat melaksanakan ibadahnya dengan tenang, Ada ratusan juta orang yang terpenjara dan mengalami penyiksaan.

Sahabatku, Di pagi yang cerah dan indah ini, Luangkan waktu sejenak untuk merenungkan kembali, Berapa banyak berkah dan rahmat dari Allah yang telah engkau terima, Berapa banyak kenikmatan dari Allah terlimpah kepadamu, Engkau akan menemukan betapa hidupmu sunguh sangat beruntung, Betapa banyaknya rahmat dan berkah Allah yang telah engkau terima.

Sahabatku, Engkau adalah pribadi yang beruntung, Engkau adalah pribadi yang sangat kaya, Maka bersyukurlah kepada-Nya

Banyaklah bersyukur atas rahmat-Nya, Banyaklah berbagi dengan sesama kehidupan, Agar hidup menjadi lebih bermakna dan berdayaguna.

SEMOGA BERMANFAAT DAN HAVE A NICE WEEKEND.

***Eko Jalu Santoso, Founder Motivasi Indonesia, Penulis Buku “The Art of Life Revolution” & Buku “Heart Revolution”, Elex Media Komputindo, Email: ekojalus@gmail.com

MEMBERI ADALAH IMBALAN ITU SENDIRI by : Eko Jalu Santoso

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — pribadisukses @ 5:08 am
Tags: , , , ,

“Sesungguhnya Allah senang bila Ia memberi nikmat kepada hamba-Nya, nikmat itu tampak bekasnya” - Al-Hadits-

Banyak diantara kita sudah menyaksikan suatu bukti kebenaran yang sudah pasti bahwa setiap orang yang dengan ikhlas banyak memberi, berbagi dan menolong sesamanya akan memperoleh imbalan yang berlipat ganda. Namun tidak sedikit orang yang kurang menyadar, kurang memperhatikan hal ini, atau bahkan masih meragukan bukti kebenaran yang ada dihadapan mereka. Ada juga sebagian orang yang pikirannya dipenuhi kekawatiran tentang sesuatu keadaan yang akan datang yang belum pasti, sehingga kawatir kalau semakin banyak memberi akan semakin banyak mengurangi miliknya. Akibatnya mereka senang menyimpan dan menimbun harta, ilmu maupun apa yang dimilikinya hanya untuk dirinya sendiri.

Terkadang kita kurang menyadari bahwa sesungguhnya kita telah mendapatkan kenikmatan yang tiada ternilai, dengan memiliki berbagai karunia seperti kesempatan dalam melangkah dengan kedua kaki, melihat dengan kedua mata, bernafas dengan nyaman dan menikmati kehidupan yang tenang ini. Maka sudah sepantasnya kalau rasa kenikmatan itu kita pancarkan melalui bentuk bersyukur dengan senang memberi dan berbagi dengan orang lain. Dengan senang memberi dan berbagi, maka kegembiraan Anda akan terpancar dari hati dan pikiran Anda yang semakin tenang, nyaman dan merasa bahagia. Maka, sepatutnya rasa gembira atas kenikmatan kita itu senantiasa kita ungkapkan dengan terus bersyukur dengan berupaya membagi kebahagiaan itu kepada sesamanya.

Memberi dan berbagi sesungguhnya adalah menyebarkan energi positif dari dalam diri kita. Energi yang akan menyebar dari memberi, bukan hanya memberikan kebahagiaan bagi orang lain yang menerimanya, tetapi juga menciptakan lebih banyak lagi kebahagiaan bagi si pemberi. Hal ini yang sering kurang disadari oleh kita. Padahal ini adalah hukum kehidupan yang benar, tidak peduli apakah si pemberi menginginkannya atau bahkan tidak menyadarinya. Setiap apa yang diberikan akan kembali pada dirinya, bahkan dalam jumlah yang berlipatganda..

Berbagai kenikmatan yang kita miliki, apakah itu ilmu pengetahuan atau utamanya adalah uang, perlu disyukuri dengan mengalirkannya sebagian kepada orang lain. Karena ilmu pengetahuan dan rezeki sesungguhnya adalah sirkulasi yang terus mengalir. Kalau Anda hanya menyimpannya berarti menutup alirannyaIlmu dan uang itu mengalir

Semakin banyak kita mengalirkan kenikmatan dan kebahagiaan dengan orang lain, makakita membuka pipa-pipa aliran kebahagiaan kita menjadi meningkat dan terus mengalir kembali kedalam diri dengan lancar.

Namun sebaliknya, bila Anda memiliki ketakutan tentang masa depan yang belum jelas, kemudian hanya mementingkan diri sendiri, menyimpan kebahagiaan anda untuk diri sendiri, menimbun uang dan segala sesuatu yang anda miliki hanya untuk diri sendiri, maka tanpa anda sadari sesungguhnya Anda membatasi aliran kebahagiaan Anda. Anda memasang sendiri pipa-pipa buntu yang menyulitkan kembali aliran rezeki, ilmu dan kebahagiaan itu.

Agar aliran ilmu, rezeki dan kebahagiaan itu terus mengalir dan tidak berhenti, kita harus banyak mengalirkannya kembali dengan memberi dan berbagi. Bersikaplah murah hati dengan banyak memberi. Memberi dan berbagai apa saja yang bisa kita lakukan. Ketemu dengan orang lain menyapa dan melempar senyuman, misalnya adalah sebuah sedekah. Senang berbagi ilmu pengetahuan dan pemikiran melalui diskusi dan tulisan adalah sikap murah hati. Membayar upah tambahan bagi orang lain yang membantu kita sebanding dengan rezeki yang Anda terima, menolong orang lain tanpa berharap ucapan terimakasih, adalah sikap keikhlasan.

Intinya, berikanlah perhatian kepada orang-orang disekeliling kita. Dermakan sebagian rezeki yang kita peroleh ke orang-orang yang membutuhkannya. Buktikan sendiri, kalau hal-hal sederhana ini seringkali kita lakukan secara teratur, kita akan menemui hal-hal istimewa datang dalam kehidupan kita. Segala sesuatu yang telah kita mulai, akan mengalir kembali kepada kita. Bisa saja melalui orang yang sama, atau melalui orang lain yang tidak pernah kita duga. Bisa berupa kebaikan yang sama, atau bisa jadi sudah berubah bentuk menjadi kebaikan lainnya, seperti dimudahkan dalam berbagai urusan, merasakan ketenangan hati, kebahagiaan atau mendapatkan keselamatan, dll.

PRINSIP SUKSES MULIA ADALAH:

Kalau Anda ingin meraih keberhasilan hidup, ingin mendapatkan kebahagiaan sejati, ingin lebih disayangi oleh banyak orang, ingin lebih dihormati, ingin meraih Sukses dan kemuliaan dalam hidup dan ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, cara untuk mendapatkannya sangat sederhana yakni, mulailah dengan banyak memebri dan berbagi. Bersegeralah membiasakan untuk senang memberi dan berbagi, seperti menginfakkan sebagian harta Anda, membagikan ilmu Anda, senang menolong orang lain, memiliki sikap empati pada ornag yang kesulitan atau apapun yang bisa membahagiakan orang lain. Segala sesuatu yang anda bagikan dan apa yang anda berikan akan kembali, bahkan lengkap dengan bunganya yang berlipat ganda. [EJS] SEMOGA BERMANFAAT.

Salam Motivasi Sukses Dan Mulia.

***Eko Jalu Santoso Adalah Founder Motivasi Indonesia [motivasiindonesia@yahoogroups.com], Penulis Buku “The Art of Life Revolution” dan buku “Heart Revolution: Revolusi Hati Nurani”, Keduanya diterbitkan Elex Media Komputindo.

10 KARAKTER PRIBADI SUKSES MULIA by ; Eko Jalu Santoso

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — pribadisukses @ 5:05 am
Tags: , ,

Ketika ditanyakan tujuan hidupnya, hampir setiap orang dari golongan manapun, agama apapun, bangsa manapun, selalu menginginkan kesuksesan dalam hidupnya. Sukses sudah menjadi tujuan banyak manusia, apapun pardigma sukses itu baginya. Namun apakah sukses itu dapat menjamin kemuliaan hidup seseorang ? Jawabannya, belum tentu. Kalau itu yang dimaksudkan kemuliaan hidup di dunia, mungkin bisa. Karena kemuliaan hidup di dunia bisa didapatkan dengan kekayaan harta. Namun kalau itu kemuliaan hidup dunia dan akherat, belum tentu. Karena kemuliaan hidup di akhirat hanya dapat diperoleh dengan ketakwaan kepada Allah swt.

Banyak diantara kita yang masih mempersepsikan arti kesuksesan hidup. Pandangan umum sebagian besar orang dalam mengukur kesuksesan hidup hanyalah dari segi materi, seperti memiliki kekayaan pribadi, memiliki jabatan yang tinggi, memiliki popularitas dan lain sebagainya. Mereka masih belum melihat pada sisi kemuliaannya. Padahal, materi baru dapat dijadikan tolok ukur sukses dunia saja, tetapi tidak dapat dijadikan tolok ukur seseorang itu meraih kemuliaan hidupnya. Materi tidak menjamin seseorang meraih kemuliaan, kalau dirinya tidak memahami keutamaan dari materi tersebut dengan benar.

Kalau demikian memiliki cita-cita menjadi sukses saja belumlah cukup, karena belum dapat menjamin kemuliaan hidup di akherat. Untuk dapat menjamin kesuksesan di dunia dan akherat diperlukan sukses dan mulia. Ya, sukses mulia, siapa yang tidak ingin meraih sukses mulia ? Inilah cita-cita tertinggi banyak manusia. Mungkin cita-cita Anda dan termasuk saya masih terus belajar dan berusaha untuk dapat mencapai sukses mulia ini. Pertanyaannya, bagaimana agar kita dapat mencapai pribadi yang sukses dan mulia ?

Untuk mencapai kesana, kita perlu memahami bagaimana cirri-ciri pribadi Sukses mulia itu. Beberapa yang dapat kami rangkum mengani cirri-ciri pribadi sukss mulia adalah:

1. Pandai Membina Hubungan

Tidak ada orang yang sukses tanpa mendapatkan dukungan dari orang lain. Salah satu contohnyanya, kesuksesan pasangan HaDE menjadi Gubernur Jawa Barat tidak lepas dari dukungan para pemilihnya. Karena itu orang-orang yang sukses dan mulia, bukan hanya pandai dalam membina hubungan dengan orang lain, melainkan pandai meraih dukungan dari orang lain. Mereka adalah pribadi yang senang menyambung tali persaudaraan dalam setiap kondisi, menebarkan salam, memerhatikan urusan orang lain, memiliki sikap empati pada orang yang membutuhkan dan berusaha mengamalkan kebajikan. Mereka pandai dala membina hubungan dengan hati. Bagaimana membina relationship dengan hati ? Dalam buku saya “Heart Revolution” yang diterbitkan Elex Media Komputindo, salah satunya membahas dengan detail kiat-kiat Sukses membina relationshipo dengan hati. Mereka yang pandai membina hubungan dengan hati, setiap kehadiran dirinya menjadikan kenyamanan bagi orang lain, karena senantiasa menebarkan kebajikan bagi sesama. Hasilnya banyak orang yang senang dan mendukungnya. Inilah yang dapat mengantarkan dirinya meraih Sukses dalam karier dan kehidupan bisnisnya.

2. Senang Menuntut Ilmu

Salah satu ciri pribadi Sukses mulia adalah senang menuntut ilmu dan mengamalkan ilmunya untuk kebaikan bagi orang lain. Ia meyakini memiliki ilmu pengetahuan dapat mengantarkan dirinya meraih sukses dan kemuliaan hidup. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Allah dalam kitab suci-Nya, ”Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”

3. Beriman kepada Allah SWT

Ciri lain yang sangat mononjol pada pribadi orang yang sukses dan mulia adalah memiliki keyakinan keimanan kepada Allah SWT. Mereka senantiasa menghadirkan Allah Tuhan Yang Maha Kuasa dalam setiap aktivitas kehidupannya. Tidak pernha meninggalak perintah-perintahnya dan dalam karier, Bisnis dan kehidupannya tidak melanggar syraiat yang ditetapkanm oleh Allah. Mereka senang mengerjakan amal saleh dan saling menasihati dalam kebenaran dengan kesabaran.

4. Berakhlak Yang Baik

Pribadi Sukses mulia memiliki akhlak dan perilaku yang baik. Mereka dapat menjadi teladan dalam kebajikan dan khlak mulia. Akhlak itu tempatnya ada di dalam hati. Ia adalah “pusat komando” perilaku manusia atau penentu baik-buruk perilaku seseorang. Kalau hatinya bersih, maka akhlaknya dijamin baik. Dengan demikian kejernihan hati adalah fondasi penting bagi akhlak yang baik. Mereka yang berakhlak baik, memiliki sifat pemaaf, suka mengajak kepada kebenaran, penuh kasih sayang, suka berlindung hanya kepada Allah SWT.

5. Berpikir dan Bersikap Positif

Berpikir, bersikap dan bertindak positif adalah salah satu ciri pribadi yang sukses mulia. Dalam menyikapi banyak hal dalam kehidupan yang datang kepadanya selalu mengarahkan hati dan pikirannya pada sisi positif. Menghindari prasangka negative, baik dari dalam hati maupun dalam ucapan dan tindakan. Memandang positif setiap kejadian yang datang. Tindakannya selalu mengandung kebajikan, membuat orang lain senang, atau tidak menyakiti hati orang lain. Pembicaraannya selalu baik, kata-katanya santun, lemah-lembut, yang dilandasi kejujuran dan kebenaran atau “shidqi”.


6. Sikap Rendah hati

Pribadi Sukses mulia adalah pribadi yang rendah hati atau tawadhu’. Memiliki perasaan lemah dan kecil di hadapan Allah Yang Maha Besar. Menyadari bahwa dirinya adalah “hamba” atau abdi Allah semata. Sifat ini akan membuat seseorang tidak berlaku sombong, tidak memandang dirinya paling benar, tidak berlaku arogan dan mampu mengendalikan ego dalam dirinya. Apapun posisinya saat iin, kekuasaan yang dimilikinya, harta kekayaan yang dimilikinya, jabatan tinggi yang dipegangnya, menyadari semuanya datangnya dari Allah swt. Maka ia hanya menggunakannya untuk kepentingan mengabdi kepada Allah semata. Ia tunduk kepada kebenaran dan mengikutinya, walaupun kebenaran itu datang dari orang kecil sekalipun.

7. Kuat dan tahan banting

Ketujuh adalah memiliki sifat yang kuat dan tahan banting. Artinya memiliki ketahanan fisik dan mental yang tinggi, memiliki kesehatan jasmani dan rohani yang kuat. Ketika menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan, tidak mudah putus asa dan tidak suka mengeluh. Tidak pernah berputus asa atas rahmat Allah. Berani menghadapi tantangan perubahan dalam kehidupan. Kuat juga bisa dimaknai unggul dan berkualitas.


8. Mengendalikan Emosi

Emosi adalah inti rahasia kebijaksanaan, demikian salah satu tulisan yang saya bahas dalam buku saya “Heart Revolution” yang diterbitkan Elex Media Komputindo dan beredar di Gramedia. Dalam salah satu bab buku tersebut secara detail dibahas bagaimana dapat mengendalikan emosi dan mampu mengubahnya menjadi energi positif bagi kesuksesan pribadi. Salah satu cirri pribadi Sukses mulia adalah pandai mengendalikan emosi. Emosi sesungguhnya sangat dekat dengan nafsu dan ego pribadi. Kalau hal itu diperturutkan dalam membawa malapetaka. Orang sedang emosi sebenarnya sedang dikuasai hawa nafsu dan eg pribadinya. Hal ini menutup hati dan pikirannya menjadi tidak jernih dan tidak bersih. Akibatnya akalnya menjadi tidak berfungsi normal. Ada pepatah bijak yang mengatakan bahwa, orang yang gagah perkasa bukanlah kuat bergulat, tetapi orang yang gagah perkasa adalah yang dapat mengendalikan nafsunya (dirinya) ketika sedang dilanda emosi amarah.”

9. Bertumbuh Lebih Baik Setiap Hari

Senang mengembangkan kualitas dirinya untuk terus bertumbuh lebih baik setiap hari. Mereka mengikuti yang disabdakan oleh Nabi dengan selalu berusaha agar hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini, agar dapat menjadi manusia yang beruntung. Inilah prinsip hidupnya baik dalam kehidupan sosial, spiritual maupun kehidupan profesionalnya, selalu berusaha meriah prestasi lebih baik setiap harinya.


10. Pandai bersyukur dan “Qana’ah”

Pandai bersykur atas segala rahmat dna kenikmatan yang diterimanya dari Allah adalah ciri pribadi Sukses mulia. Merasa serba berkecukupan atau “Qana’ah” dengan rezeki dan karunia yang diberikan oleh Allah SWT. Sikap demikian membuatnya tenang, damai di hati dan senantiasa pandai mensyukuri pemberian-Nya. Sikap demikian tiak berarti melemahkan semangat dan motivasi untuk berprestasi lebih tinggi. Namun dapat menerima setiap hasil yang diperoleh dalam setiap tahapan proses dengan penuh rasa syukur, dengan terus berikhtiar untuk mengembangkan kualitas diri lebih tinggi.

SEMOGA BERMANFAAT. Salam Motivasi Sukses Dan Mulia.

*** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia [motivasiindonesia@yahoogroups.com] dan Penulis Buku “The Art of Life Revolution” dan Buku “Heart Revolution: Revolusi Hati Nurani”, Keduanya Diterbitkan Elex Media Komputindo.

7T Kiat membentuk Pribadi Sukses (Buku oleh K.H. Abdullah Gymnastiar) by : Tezar

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — pribadisukses @ 4:51 am
Tags: ,

Kelebihan : Bahasanya Ringkas dan sederhana, isinya bermanfaat
Kekurangan : Tidak semuanya dijelaskan dengan mendetail

“Panduan untuk Hidup Lebih baik”

Buku kecil ini, saya beli di Toko Buku diskon Toga Mas, Yogyakarta, dengan harga Rp 1.250,00 dan mendapatkan diskon sebesar 15%. Berjumlah 24 halaman, tapi peniuh dengan renungan bermanfaat, itu yang saya tangkap dari buku ini.

7T sendiri adalah rumus dari 7 sifat yang dirumuskan oleh Aa Gym dan menurut beliau dapat membuat kehidupan yang lebih baik, yaitu tenang, terampil, Tertib, Tekun, Tegar, dan Tawadhu.
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

Meskipun isi buku ini singkat, namun banyak petuah yang bisa kita renungkan dan ambil hikmahnya, seperti tulisan-tulisan dari aa Gym lainnya. Ketujuh sifat tersebut dijelaskan oleh Aa Gym, secara runtut dan manfaat apabila kita melakukan sifat-sifat tersebut yang insya Allah, berdampak baik terhadap kehidupan kita. Gaya penulisan aa Gym sendiri, seperti di buku-buku lainnya, ringan dan mudah dipahami, karena sedehana.

Sayangnya, hanya sifat-sifat awal yang dijelaskan agak panjang, sedangkan sifat-sifat terakhir hanya dijelaskan secara ringkas, mungkin akan lebih baik kalau lebih diterangkan secara mendetail lagi.

salam,
Tezar
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

Blog pada WordPress.com.